Senin, 08 November 2010

Musyawarah Untuk Mencapai Kata Mufakat












               








 





Peristiwa demi peristiwa terus menyelimuti Bangsa Indonesia yang membuat seluruh rakyat gerah, lelah dan semakin menderita. Belum tertangkapnya para teroris di negeri ini ternyata rakyat sudah diperhadapkan dengan kasus penggelapan pajak oleh Gayus Tambunan, banyaknya ruas jalan yang mengalami penurunan tanah yang menyebabkan Jl. RE Martadinata ambles dan yang terbaru rakyat harus melihat berita tentang akan dibangunnya gedung DPR yang serba mewah yang menelan dana sekitar Rp 1,6 triliun, dan termasuk rencana beberapa aparat negara yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri dengan alasan melakukan studi banding yang juga menelan dana yang tidak sedikit. Mari seluruh Bangsa Indonesia ambil sikap tegas untuk mengevaluasi kembali apa yang sudah kita lakukan selama ini, apakah segala tindakan kita selama ini membuat Bangsa kita semakin maju atau justru semakin mengalami kemerosotan. 

Apalagi dengan banyaknya bencana alam yang terjadi belakangan ini, seperti banjir bandang di Wasior Papua Barat yang menelan korban jiwa sampai saat ini sebanyak 134 orang, gempa bumi 7,2 SR yang diikuti dengan gelombang tsunami setinggi 3 M di Mentawai Sumatera Barat yang menelan korban jiwa sampai saat ini telah mencapai 447 orang, gunung merapi di Yogyakarta yang meletus yang menelan korban jiwa sampai saat ini telah berjumlah 168 orang. Sepertinya saat ini Bangsa Indonesia sedang di uji kesabarannya dalam menghadapi segala masalah yang sedang menderu. Karena itu marilah kita bergotong royong membantu sesama, jangan biarkan segala perbedaan yang ada membuat kita semakin terpecah belah. Tetapi buatlah semua perbedaan itu sebagai warna dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara Pemerintah seakan kurang maksimal  dalam menghadapi situasi yang ada sekarang dengan tidak melakukan kewajiban mereka sebagai aparat negara yang duduk di kursi pemerintahan. Terbukti dengan tidak meratanya bantuan untuk para korban bencana yang membutuhkan makanan, air bersih, pakaian, selimut, obat-obatan dan juga tempat untuk berlindung. Termasuk dalam hal ini aparat pemerintah kurang tanggap menghadapi bencana yang terjadi, seperti perbaikan jalan yang sering dilakukan menjelang lebaran yang membuat kemacetan parah di sejumlah titik-titik penting. Bukankah kejadian ini sering berulang setiap tahunnya, tetapi aparat pemerintah tidak pernah belajar dari pengalaman sebelumnya. Justru mereka melakukan kesalahan yang sama yang membuat rakyat marah. Serasa tidak adanya keadilan antara rakyat dengan aparat pemerintah. Dan ini sangat bertolak belakang dengan  sila ke-5 yang berbunyi : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

                  Pada tahun 1945 Indonesia mendeklarasikan bahwa Bangsa Indonesia sudah merdeka dari penjajah. Rakyat Indonesia sudah merdeka ternyata hanya teori saja karena dalam kenyataannya mereka belum sepenuhnya merdeka. Terbukti masih adanya kemiskinan, kelaparan, pendidikan yang kurang merata sehingga tidak semua anak-anak Indonesia dapat bersekolah dengan layak dan tingkat kesehjahteraan yang kurang merata. Bukankah kemerdekaan itu telah direbut dengan tetesan darah dan air mata lewat pengorbanan para pahlawan yang tewas di medan perang. Tetapi mengapa kemerdekaan itu secara perlahan dihancurkan oleh sikap para penguasa di negeri ini yang semakin mementingkan kepentingan pribadi dan golongan tertentu di atas kepentingan umum. Seharusnya antara aparat pemerintah dengan seluruh rakyat Indonesia bersatu padu untuk tetap mempertahankan kemerdekaan yang sudah kita raih dari segala ancaman yang datang dari dalam maupun dari luar Bangsa Indonesia. Seperti yang tertulis dalam sila ke-3 yang berbunyi : Persatuan Indonesia. Tetapi seperti kata pepatah yang mengatakan bahwa " lebih sulit buat kita untuk mempertahankan sesuatu yang telah kita capai dari pada pada saat meraihnya ".

Meskipun saat ini rakyat Indonesia mempunyai hak untuk menyuarakan pendapat mereka dengan melakukan demo di sejumlah daerah namun tidak semua aspirasi mereka mendapat tanggapan yang positif. Walaupun ada juga dari antara mereka yang bertindak anarkis yang mengakibatkan  banyak masyarakat yang merasa dirugikan. Tentu saja sikap merekapun tidak bisa dibenarkan karena kita hidup di negara hukum. Marilah kita memberikan aspirasi sesuai dengan norma-norma yang ada. Karena itu, bagaimana mungkin masyarakat bisa taat akan peraturan dan hukum yang berlaku sementara aparat pemerintah sendiri yang membuat peraturan tersebut justru yang sering melanggarnya, dengan kasus korupsi yang dapat merugikan Bangsa kita sendiri.  

                 Seharusnya kita menyadari bahwa bumi semakin menua sehingga kita harus menjaga keberadaannya untuk kelangsungan anak cucu kita nantinya. Jangan biarkan rakyat sengsara sedangkan aparat pemerintahan semakin merdeka. Tetapi, adanya kesehjahteraan yang merata yang dapat dirasakan oleh seluruh Bangsa Indonesia. 

                Jika selama ini Bangsa Indonesia baik itu aparat pemerintah maupun masyarakat telah bertindak menyimpang dari ketentuan yang seharusnya yang berakibat pada penderitaan yang dirasakan oleh seluruh Rakyat Indonesia. Maka, sudah saatnya Bangsa Indonesia bangkit dan belajar dari pengalaman di masa lalu yaitu pada saat Bangsa kita bersatu padu melawan penjajah demi mempertahankan bumi pertiwi. Bukankah semboyan negara Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika yang berarti " walaupun berbeda-beda, tetapi tetap satu ". Seharusnya kita mempunyai One Heart..One Soul....One Goal ( satu hati, satu jiwa dan satu tujuan yang sama ) yaitu untuk membuat seluruh rakyat Indonesia merdeka secara penuh. Untuk para aparat pemerintahan semakin mementingkan kepentingan rakyat dibandingkan dengan kepentingan pribadi/golongan. Sudah saatnya untuk menunjukkan bahwa mereka layak duduk di kursi pemerintahan yang memiliki kewajiban mengemban suara rakyat. Bilamana adanya pro dan kotra janganlah selalu melakukan tindakan anarkis, bukankah hal tersebut bisa diselesaikan dengan cara musyawarah. Hal ini sangat sesuai dengan sila ke-4 yang berbunyi : Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam permusyawaratan/Perwakilan. Dan, Bangsa Indonesia sudah saatnya menjalankan pemerintahan yang bersumber pada pengertian demokrasi yang sebenarnya yaitu mewujudkan sebuah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dengan semangat gotong royong yang secara turun temurun telah dilakukan oleh bangsa kita tentunya akan semakin mempercepat pemulihan bangsa ini dari krisis di segala bidang, baik bidang politik, ekonomi, pendidikan dan keamanan.Tentunya, diharapkan pajak yang dibayar oleh seluruh masyarakat sebagai salah satu kewajiban kita mendapatkan timbal balik yang dapat meningkatkan kesehjahteraan masyarakat. 

                Kobarkan semangat Pancasila untuk melakukan perubahan bagi Indonesia jaya bila kita tidak mau melihat Bangsa Indonesia semakin porak poranda dan hancur oleh karena kesalahan kita sendiri. Rakyat Indonesia butuh bukti bukan hanya sekedar janji.  


gambar-gambar diatas diambil dari beberapa situs beikut ini :

http://www.newoes.com/gedung-baru-dpr-gambar-foto-dan-kronologi-rencana-pembangunan-gedung-dpr-ri

http://kabariberita.wordpress.com/2010/10/07/foto-foto-banjir-bandang-wasior/

http://rovicky.wordpress.com/2010/10/27/foto-letusan-gunung-merapi-oktober-2010/

http://oktavitaa.blogspot.com/2010/11/foto-letusan-gunung-merapi-terdasyat-di.html

http://www.boston.com/bigpicture/2010/11/mount_merapis_eruptions.html

http://i.telegraph.co.uk/telegraph/multimedia/archive

http://www.padang-today.com/foto/berita/tsunami.jpg





Tidak ada komentar:

Posting Komentar